Beranda » Berita » 4 Perjalanan KA dari Jakarta Dibatalkan Akibat Bangunkarta Anjlok

4 Perjalanan KA dari Jakarta Dibatalkan Akibat Bangunkarta Anjlok

Sarimulya.id – Empat perjalanan kereta api Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta resmi batal melayani penumpang pada Senin, 6 April 2026. Keputusan ini menyusul insiden anjloknya Kereta Api Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen di emplasemen Bumiayu, tepatnya pada Km 312+1, wesel 21A dan 21B.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi kabar pembatalan tersebut saat berada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Senin malam. Otoritas kereta api harus menunda perjalanan guna memulihkan area rel yang terdampak insiden anjloknya rangkaian kereta tersebut.

Daftar 4 Perjalanan KA dari Jakarta yang Batal

Pihak KAI Daop 1 Jakarta menginfokan detail perjalanan yang mengalami pembatalan total. Total 400 penumpang terdampak langsung oleh peristiwa yang terjadi di wilayah Daop 1 ini. Berikut adalah rincian rangkaian kereta yang batal berangkat:

Nama Kereta Api Relasi Jam Keberangkatan
KA Bogowonto Pasar Senen-Lempuyangan 18.10 WIB
KA 116 Sawunggalih Pasar Senen-Kutoarjo 20.10 WIB
KA 48 Taksaka Gambir-Yogyakarta 21.20 WIB
KA 54 Purwojaya Gambir-Cilacap 22.55 WIB

Dua kereta berangkat dari Stasiun Pasar Senen, sementara dua lainnya menjadwalkan keberangkatan dari Stasiun Gambir. Pembatalan ini memaksa ratusan calon penumpang mencari alternatif transportasi lain demi mencapai tujuan masing-masing.

Prosedur Pengembalian Tiket bagi Penumpang Terdampak

Franoto Wibowo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami calon penumpang. KAI Daop 1 Jakarta memberikan kemudahan bagi mereka yang telanjur membeli tiket untuk memproses pengembalian dana.

Singkatnya, calon penumpang bisa mengunjungi loket-loket stasiun terdekat. Selain itu, penumpang bisa memanfaatkan layanan loket box atau aplikasi penjualan tiket daring untuk mengajukan proses pengembalian dana tersebut.

Baca Juga:  Arus Balik Mahasiswa - 50 Ribu Kembali ke Banda Aceh

Manajemen KAI menetapkan batas waktu pengembalian tiket hingga 7×24 jam dari jadwal perjalanan yang tertera pada masing-masing tiket. Aturan ini memberi fleksibilitas waktu bagi para pelanggan dalam mengurus hak mereka setelah insiden pembatalan terjadi.

Respons Calon Penumpang Pasca Pembatalan

Situasi di Stasiun Pasar Senen sempat menampakkan kekecewaan dari para calon penumpang. Salah satu penumpang bernama Bima mengakui rasa kecewa saat menerima informasi pembatalan tersebut secara mendadak.

Meski merasa kecewa, Bima memilih menerima keputusan pihak manajemen KAI dengan lapang dada. Ia menyadari sepenuhnya bahwa gangguan teknis di jalur rel kereta api berada di luar kendali penumpang maupun staf stasiun di lapangan.

Faktanya, banyak penumpang lain juga memilih bersikap kooperatif meski rencana perjalanan mereka harus terhenti. Kesiapan calon penumpang dalam menerima situasi darurat ini membantu petugas di stasiun menjaga ketertiban selama proses pembatalan berlangsung.

Upaya Penanganan Gangguan di Jalur Rel

Petugas teknis KAI segera menindaklanjuti insiden anjloknya KA Bangunkarta di Bumiayu. Pihak otoritas menargetkan normalisasi jalur rel agar operasional kereta api kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Tentu, gangguan di titik krusial seperti wesel 21A dan 21B memerlukan ketelitian ekstra dalam perbaikan. KAI berharap langkah pencegahan dan perbaikan menyeluruh bisa meminimalisir risiko serupa di masa depan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api bagi seluruh pengguna jasa.

Pada akhirnya, keselamatan selalu menjadi prioritas utama pihak KAI dalam menjalankan operasional harian. Dukungan serta pengertian dari masyarakat sangat berarti bagi seluruh tim di lapangan saat menangani situasi darurat di jalur kereta api.