Beranda » Berita » Saham BBNI, BUMI, DEWA: Analis Ungkap Potensi IHSG 2026

Saham BBNI, BUMI, DEWA: Analis Ungkap Potensi IHSG 2026

Sarimulya.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terbaru 2026 berpotensi mengalami konsolidasi. Analis menjagokan sejumlah saham seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) untuk dicermati investor.

IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif, namun saham-saham pilihan di atas menunjukkan potensi yang menarik. Investor disarankan untuk mempertimbangkan rekomendasi analis sebelum mengambil keputusan investasi.

Analisis Teknikal IHSG Terbaru 2026

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG berpotensi menguji level resisten Fibonacci di Rp 7.129. Jika level ini berhasil ditembus, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mencapai 7.268. Namun, Ivan mengingatkan bahwa resisten krusial masih berada di level 7.436.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” kata Ivan, seperti yang dikutip pada Selasa (31/3/2026). Momentum netral ini mengindikasikan bahwa pasar sedang menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sejalan dengan analisis teknikal tersebut, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan investor pada perdagangan hari ini:

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Beli pada rentang harga Rp 3.510 – 3.610 dengan target harga terdekat di Rp 3.970.
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di Rp 232.
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Beli di rentang harga Rp 3.700 – 3.800 dengan target harga terdekat di Rp 4.220.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Hold dengan target harga terdekat di Rp 2.590.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Beli pada rentang harga Rp 1.800 – 1.820, dengan target harga terdekat di Rp 2.050.
Baca Juga:  Perusahaan Asuransi Resmi Terdaftar OJK dan Database Baru 2026

Analisis Phintraco Sekuritas: Pergerakan Sideways IHSG

Phintraco Sekuritas memberikan pandangan lain dengan menilai bahwa secara teknikal, histogram MACD bergerak sideways. Dengan demikian, mereka memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.200 pada perdagangan hari ini.

Dari sisi fundamental, Phintraco Sekuritas menilai bahwa pasar mencermati langkah pemerintah dalam meredam dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 serta ekonomi domestik. Pemerintah tengah menyiapkan skema efisiensi anggaran hingga opsi work from home (WFH).

Pemerintah juga berupaya menekan impor migas dengan meningkatkan efisiensi energi serta memperkuat implementasi program biodiesel 50% (B50). Kebijakan ini diharapkan dapat menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi guna menjaga inflasi dan mencegah pelebaran defisit APBN 2026. Namun, harga BBM nonsubsidi diperkirakan tetap berpotensi naik seiring penyesuaian harga bulanan pada 1 April 2026.

Sektor yang Rentan Terdampak

Kebijakan Bea Keluar Batu Bara dan Nikel

Di sisi lain, pemerintah belum memberikan kepastian terkait rencana penerapan bea keluar ekspor batu bara, meskipun sudah masuk dalam asumsi penerimaan APBN 2026. Sementara itu, kebijakan bea keluar untuk produk turunan nikel telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo per 2026.

Rekomendasi Saham Pilihan Phintraco Sekuritas

Phintraco Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham-saham yang dapat dicermati hari ini:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
  • PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)

Strategi Investasi ala Analis di Tengah Ketidakpastian

Pergerakan IHSG yang fluktuatif menuntut investor untuk lebih cermat dalam memilih saham. Diversifikasi portofolio menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko investasi. Selain itu, penting juga untuk mengikuti perkembangan sentimen pasar dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi kinerja saham.

Baca Juga:  KUR TKI BRI 2026: Syarat, Tabel Angsuran, dan Plafon Pinjaman

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mempertimbangkan rekomendasi saham dari para analis? Ingat, keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum membeli atau menjual saham.

Kesimpulan

IHSG berpotensi mengalami konsolidasi pada perdagangan terbaru 2026. Para analis merekomendasikan sejumlah saham seperti BBNI, BUMI, dan DEWA untuk dicermati. Investor perlu mempertimbangkan analisis teknikal dan fundamental serta perkembangan kebijakan pemerintah sebelum mengambil keputusan investasi. Diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang baik menjadi kunci untuk meraih keuntungan di tengah ketidakpastian pasar.