Sarimulya.id – Katadata Green meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard pada Senin (6/4) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Platform inovatif ini menghimpun dan memproses data lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan-perusahaan yang melantai di pasar saham dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan.
Peluncuran ini meramaikan Katadata ESG Forum yang mengangkat tema “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau“. Lebih dari 100 peserta, termasuk jajaran regulator, pimpinan perusahaan, investor, dan pelaku industri, menghadiri forum tersebut untuk mendiskusikan masa depan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Metta Dharmasaputra, Co-founder dan Chief Executive Officer Katadata, menyampaikan keyakinan bahwa model ekonomi hijau mampu mengerek pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bagi Indonesia. Sektor ini berperan sebagai pendorong baru yang krusial untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih ambisius di masa depan.
Transformasi Data ESG melalui KESGI Dashboard
Heri Susanto selaku Co-founder dan Chief Content Officer Katadata menjelaskan alasan pengembangan inisiatif ini. Menurutnya, perusahaan sering menghadapi kendala besar dalam mengelola data keberlanjutan yang krusial bagi investor.
Survei per 2026 yang melibatkan 150 perusahaan oleh BEI bersama Mandiri Institute mengungkap tantangan nyata di lapangan. Perusahaan kesulitan mengumpulkan data kuantitatif yang memadai, keterbatasan sumber daya manusia ahli, serta besarnya biaya operasional untuk pelaporan ESG.
Selanjutnya, peran KESGI Dashboard hadir sebagai solusi untuk mengubah data fragmentasi menjadi insight yang terintegrasi secara cepat. KESGI menerapkan metodologi berstandar global yang selaras dengan regulasi nasional serta standar lokal. Kerangka penilaian ini mencakup tiga pilar utama ESG, 15 topik relevan, dan lebih dari 100 indikator kinerja perusahaan.
Membangun Transparansi dan Kepemimpinan Perusahaan
Jeany Hartriani, Deputy Head of Katadata Green, menyoroti kompleksitas standar ESG yang sering membingungkan pelaku bisnis. Langkah pertama yang tepat adalah membangun standar serta prosedur ESG yang matang agar operasional perusahaan tetap terjaga.
Faktanya, banyak perusahaan masih menganggap ESG sekadar pemenuhan kewajiban pelaporan. Jeany menegaskan bahwa para pemimpin harus menjadikan prinsip ESG sebagai landasan operasional agar praktik keberlanjutan berjalan efektif dalam jangka panjang.
Selain itu, KESGI mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam satu ekosistem digital. Pengguna bisa mengakses fitur intelligence, consulting, pembelajaran interaktif, komunikasi keberlanjutan, serta aktivasi program ramah lingkungan langsung melalui dashboard tersebut.
Peran Bursa Efek Indonesia dalam Investasi Hijau
Jeffrey Hendrik selaku Penanggung Jawab Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menegaskan pentingnya indeks ESG sebagai acuan investasi. Investor global kini menunjukkan perhatian yang jauh lebih besar terhadap sektor energi terbarukan dan proyek transisi energi.
Data Otoritas Jasa Keuangan per Februari 2026 mencatat ada 72 reksadana pasif dan exchange-traded fund berbasis saham yang aktif di bursa. Total nilai dana kelolaan produk-produk tersebut telah mencapai Rp15,83 triliun, angka yang menunjukkan minat tinggi pasar terhadap instrumen ramah lingkungan.
| Kategori Dukungan BEI | Detail Fasilitas ESG |
|---|---|
| Indeks Saham ESG | 6 Indeks berbasis ESG tersedia untuk investor |
| Edukasi & Panduan | Penyediaan panduan pelaporan bagi perusahaan |
| Kolaborasi | Sinergi dengan mitra strategis seperti Katadata |
Inovasi Masa Depan dan Kolaborasi Strategis
Heri Susanto memaparkan rencana pengembangan Katadata ESG-50 Leader Index. Indeks ini akan memetakan 50 perusahaan tercatat dengan penerapan standar ESG paling konsisten bagi investor.
Bahkan, perusahaan berkomitmen memperlebar sayap melalui kolaborasi dengan lima mitra strategis baru. Katadata menandatangani nota kesepahaman dengan East Ventures, Life Cycle Indonesia, Indonesia Carbon Capture and Storage Center, A+ CSR Indonesia, Rekosistem, serta Jejakin.
Kerja sama ini memperkuat ekosistem keberlanjutan melalui pengembangan platform berbasis data yang mutakhir. Semua pihak berupaya mendorong perluasan adopsi praktik ramah lingkungan agar sektor industri Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
Pada akhirnya, integrasi data ESG yang akurat dan transparan akan membuat ekonomi Indonesia semakin tangguh. Seluruh ekosistem yang terlibat dalam peluncuran KESGI menunjukkan dedikasi tinggi terhadap masa depan iklim dan pertumbuhan bisnis yang lebih bertanggung jawab.