Beranda » Berita » Ekspansi WIKA Beton ke Filipina Garap Proyek Senilai Rp 1,8 T

Ekspansi WIKA Beton ke Filipina Garap Proyek Senilai Rp 1,8 T

Sarimulya.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) meluncurkan ekspansi besar ke sektor infrastruktur Filipina dengan menangani proyek Metro Manila Subway (MMS) senilai US$ 110 juta atau setara Rp 1,87 triliun per 2026. Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menyampaikan informasi tersebut di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin 6 April 2026.

Perseroan bekerja sama dengan Colas Rail sebagai kontraktor trackwork dalam proyek vital yang mendapatkan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency ini. Kuntjara menekankan bahwa pihak manajemen tidak mengeluarkan anggaran belanja modal atau capital expenditure dalam pelaksanaan kontrak kerja sama ini.

Detail Ekspansi Proyek Metro Manila Subway

WIKA Beton memegang peranan kunci dalam produksi komponen segmental tunnel dan penyediaan material pendukung lintasan. Perusahaan menggunakan fasilitas produksi modern milik anak usaha mereka, PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe), yang berlokasi di Majalengka.

Pabrik tersebut memproduksi bantalan rel beton pratekan atau PC sleeper untuk kebutuhan paket kontrak CP106. Menariknya, seluruh proses manufaktur menerapkan standar pengendalian kualitas ketat yang sesuai dengan proyek infrastruktur berskala internasional.

Selanjutnya, perusahaan mendistribusikan produk dari fasilitas di Majalengka menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk pengiriman melalui jalur laut ke Filipina. Jadwal pengiriman berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029 demi mendukung penuh pengembangan jaringan Metro Manila Subway sampai target terselesaikan di tahun 2030.

Faktanya, proyek ini menghadapi tantangan yang serupa dengan pembangunan di Indonesia, yakni mengenai pembebasan lahan. Kuntjara mencatat bahwa progres pembangunan proyek kereta bawah tanah ini baru mencapai 30% per 2026.

Baca Juga:  Blokir Kartu Kredit Hilang: Panduan Cepat dan Aman 2026

Analisis Perbandingan Kontrak dan Operasional

Uraian Proyek Informasi
Nilai Kontrak US$ 110 juta (Rp 1,87 triliun)
Target Selesai 2030
Progres Per 2026 30%
Lokasi Fabrikasi Majalengka, Jawa Barat

Potensi Proyek Baru Setelah Metro Manila Subway

Selain menyelesaikan pekerjaan pada Metro Manila Subway, perseroan kini sedang menjajaki berbagai peluang proyek infrastruktur transportasi lainnya di Filipina. Salah satu rencana ambisius yang mereka incar ialah North-South Commuter Railway (NSCR).

Proyek NSCR ini memiliki bentangan panjang sekitar 100 kilometer. Jika Metro Manila Subway mencakup wilayah dalam kota, maka NSCR menghubungkan jalur lintas wilayah yang jauh lebih panjang, mirip dengan rute komuter Tangerang ke Bekasi di Indonesia.

Perusahaan mengharapkan dapat memperkuat posisi mereka di pasar luar negeri melalui keterlibatan di proyek-proyek jumbo tersebut. Selain itu, mereka membuktikan kepada dunia bahwa manufaktur Indonesia memiliki kapasitas teknis untuk memenuhi standar kelas dunia.

Manajer proyek dan tim teknis terus mengoptimalkan fasilitas PPB Majalengka agar kapasitas produksi tetap konsisten. Dengan demikian, perseroan berharap kelancaran distribusi material tetap terjaga sesuai jadwal hingga proyek besar tersebut rampung sepenuhnya.

Keberhasilan penetrasi pasar internasional ini menunjukkan ketangguhan WIKA Beton dalam mengelola risiko operasional di luar negeri. Meskipun menghadapi tantangan lahan di Filipina, perusahaan tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh rangkaian pekerjaan sesuai target waktu yang sudah pihak kontraktor tentukan.

Pada akhirnya, strategi ekspansi ke Filipina memberikan ruang bagi WIKA Beton untuk terus tumbuh di tengah kondisi industri konstruksi yang sangat kompetitif. Keberhasilan kontribusi ini juga mengangkat citra teknologi konstruksi Indonesia di mata pelaku industri infrastruktur global.