Beranda » Berita » Ko Andre Kendalikan Suplai Narkoba: Lacak Jejak Sang Buron

Ko Andre Kendalikan Suplai Narkoba: Lacak Jejak Sang Buron

Sarimulya.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap buron bernama Andre Fernando alias Ko Andre di Penang, Malaysia, pada Minggu sore, 5 April 2026. Kepala Satuan Tugas Narcotic Investigation Center Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Komisaris Besar Kevin Leleury, memimpin langsung operasi penangkapan pria yang memiliki julukan The Doctor tersebut.

Tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol meringkus Andre saat pria itu berada seorang diri di sebuah apartemen di Penang. Pihak kepolisian menyatakan bahwa Andre telah tinggal di Negeri Jiran tersebut selama dua tahun sejak 2024.

Kronologi Penangkapan Ko Andre Kendalikan Suplai Narkoba

Penyidik menetapkan Andre sebagai Daftar Pencarian Orang melalui surat resmi bernomor DPO/32/III/2026/Dittipidnarkoba pada 1 Maret 2026. Selama masa pelariannya, Andre menjalankan peran vital sebagai bandar yang menyuplai dua sindikat narkoba besar di Indonesia. Sindikat tersebut mencakup jaringan Erwin Iskandar alias Ko Erwin di Bima, Nusa Tenggara Barat, serta kelompok di tempat hiburan malam White Rabbit, Jakarta.

Selain itu, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas dan beberapa ponsel milik Andre saat penggerebekan berlangsung. Menariknya, status buron ini berakhir setelah kepolisian mengembangkan penyelidikan dari penangkapan dua kurir, yakni Charles Bernando alias Charlie dan Arfan Yulius Lauw alias Refan. Aparat membekuk kedua kurir tersebut di Apartemen Tokyo Riverside, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Modus Operandi Peredaran Narkoba

Andre menjalankan aksi peredaran narkoba dengan memanfaatkan tiga jalur utama, yaitu darat, kargo, maupun laut. Faktanya, dia memiliki taktik khusus untuk menyamarkan barang haram tersebut. Bahkan, Andre memasukkan etomidate ke dalam kemasan vape dengan melabeli produk itu merek Ferrari serta Lamborghini. Pengiriman barang ini melalui jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, Riau.

Baca Juga:  B50 2026: RI Stop Impor Solar dengan Biodiesel Sawit!

Lebih dari itu, Andre menerapkan metode unik untuk menyuplai sabu melalui jalur kargo. Dia mengemas sabu ke dalam boneka kemudian membungkusnya dengan kotak kado demi mengelabui deteksi petugas. Dengan demikian, pengiriman barang terlarang ini kerap lolos dari pemeriksaan rutin.

Struktur Jaringan Distribusi

Andre dan Erwin Iskandar menjalankan transaksi narkoba melalui perantara bernama Charlie dan Arfan. Keduanya kemudian mengirim sabu ke Bima dan menyerahkannya kepada dua orang suruhan Erwin, yaitu Satriawan alias Awan dan Akhsan Al Fadil alias Genda. Berikut tabel ringkasan alur distribusi kelompok ini:

Peran/Objek Detail Operasional
Distributor Utama Andre Fernando (The Doctor)
Jalur Pengiriman Darat, Laut, Kargo
Sindikat Tujuan Ko Erwin (Bima) & White Rabbit (Jakarta)

Hubungan Ko Andre dengan Ko Erwin

Penyelidikan mengungkap keterlibatan Andre dalam membantu pelarian rekan sesama bandar, Ko Erwin. Andre berupaya melarikan Ko Erwin ke Malaysia melalui perairan Tanjung Pasir, Sumatera Utara. Akan tetapi, upaya pelarian tersebut gagal total akibat kesigapan aparat.

Bareskrim Polri menangkap Ko Erwin saat dia sudah berada di atas perahu pada Kamis, 26 Februari 2026. Kejadian ini membuktikan koordinasi ketat antara aparat hukum lintas negara dalam memutus rantai peredaran narkotika. Akibat penangkapan tersebut, jaringan distribusi milik Andre kehilangan kendali di wilayah operasionalnya.

Langkah Tegas Kepolisian 2026

Pengungkapan kasus ini mencerminkan komitmen aparat dalam memberantas sindikat narkoba yang beroperasi dari luar negeri. Kepolisian terus memperketat pengawasan di jalur-jalur tikus yang sering para pelaku gunakan. Langkah strategis ini perlu untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika yang kian bervariasi jenisnya.

Selanjutnya, penyidik akan melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut. Masyarakat berharap proses peradilan ini memberikan efek jera bagi jaringan sindikat narkoba lain secara menyeluruh. Terakhir, pengawasan di pintu masuk negara menjadi prioritas utama pihak berwenang sepanjang tahun 2026.

Baca Juga:  Jasad bocah tenggelam di Pantai Meulaboh ditemukan tim Basarnas