Beranda » Berita » SPBU Sriwijaya Semarang Tutup Sementara Pasca Kebakaran 2026

SPBU Sriwijaya Semarang Tutup Sementara Pasca Kebakaran 2026

Sarimulya.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah resmi menutup sementara operasional SPBU 44.502.07 di Jalan Sriwijaya, Semarang, pada Senin tahun 2026. Keputusan ini muncul sebagai tindak lanjut atas insiden kebakaran yang melibatkan satu unit sepeda motor pelanggan di area pengisian bahan bakar.

Pertamina melakukan penutupan tersebut untuk menjamin aspek keselamatan seluruh pelanggan dan karyawan di area SPBU. Manajemen Pertamina berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh serta memperbaiki sarana maupun prasarana agar standar operasional pelayanan berjalan optimal kembali segera mungkin.

Langkah Pertamina Menutup SPBU Sriwijaya Semarang

Taufiq Kurniawan selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Pertamina menaruh perhatian sangat serius terhadap keselamatan operasional dan kualitas pelayanan pelanggan di setiap SPBU wilayah Jawa Bagian Tengah sepanjang tahun 2026.

Perusahaan telah melakukan penelusuran mendalam untuk mencari akar permasalahan. Faktanya, tim internal Pertamina memastikan seluruh penanganan di lapangan berjalan baik sesaat setelah api muncul. Mereka segera bertindak sigap menjaga situasi agar tetap kondusif bagi masyarakat sekitar SPBU.

Menariknya, rekaman CCTV memperlihatkan kronologi kejadian saat seorang konsumen mengisi bahan bakar jenis Pertamax pada motor miliknya yang sempat mogok. Pelanggan tersebut mencoba menyalakan kembali mesin motor tepat saat dia mendorong kendaraan keluar dari area pengisian. Alhasil, api muncul secara tiba-tiba dari sistem kelistrikan kendaraan yang sedang bermasalah tersebut.

Penanganan Cepat Menggunakan APAR

Petugas SPBU melakukan tindakan pemadaman awal dengan sangat cepat. Mereka menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk menjinakkan api sebelum membesar. Tindakan sigap ini berhasil mencegah dampak lebih luas pada sarana dan prasarana SPBU.

Baca Juga:  Kemitraan Kehutanan Indonesia-Jepang Diperkuat: Fokus Iklim & Mangrove

Pertamina menekankan bahwa fasilitas APAR tersedia di setiap titik sebagai bagian dari standar keselamatan perusahaan. Masyarakat pun bisa memanfaatkan fasilitas tersebut secara gratis jika situasi darurat yang tidak sengaja terjadi. Selain itu, petugas lapangan mengikuti pelatihan rutin agar mampu merespons peristiwa serupa dengan langkah tepat.

Program Pembinaan dan Perbaikan Operasional

Pertamina menutup sementara SPBU Sriwijaya untuk melangsungkan sesi pembinaan bagi seluruh operator. Tim HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) bersama dengan Dinas Pemadam Kebakaran akan memberikan pendampingan intensif. Pembinaan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan seluruh staf dalam penanganan kondisi darurat per tahun 2026.

Perusahaan juga sedang memperbaiki sarana pendukung guna menunjang pelayanan yang lebih aman. Perbaikan ini mencakup sistem kelistrikan di area dispanser dan pembaruan alat bantu operasional. Pertamina berharap proses evaluasi ini mampu memberikan rasa tenang kepada masyarakat saat mengisi BBM pada bulan-bulan berikutnya di tahun 2026.

Daftar SPBU Alternatif Terdekat 2026

Masyarakat yang membutuhkan bahan bakar tetap bisa mendapatkan layanan di SPBU terdekat selama proses penutupan berlangsung. Pertamina menyarankan pelanggan mengunjungi lokasi berikut ini:

Nama SPBU Lokasi
SPBU 44.502.29 Jalan Veteran
SPBU 41.502.01 (COCO) Jalan Ahmad Yani

Imbauan Keselamatan untuk Konsumen

Pertamina mengimbau seluruh pemilik kendaraan untuk selalu memastikan kondisi mesin dalam keadaan aman. Pemilik motor perlu mengecek berkala sistem kelistrikan dan sistem pembakaran guna mencegah risiko munculnya percikan api di area SPBU. Langkah preventif ini memegang peranan krusial bagi keselamatan bersama.

Pemilik motor yang mengalami insiden, Chiko Relisviano Ramadhan, telah menerima penjelasan transparan dari pihak SPBU dan manajemen Pertamina. Chiko menyatakan bahwa perselisihan sudah selesai dengan baik dan kedua belah pihak sudah mencapai mufakat. Faktanya, transparansi informasi membantu menyelesaikan kendala dengan cepat.

Baca Juga:  Harga Minyak US$ 100 per Barel: Pemerintah Jamin Stok Dana Subsidi Tetap Aman

Operator SPBU yang bertugas saat kejadian pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Giyono, operator tersebut, berjanji untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan di masa depan. Peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh staf agar mereka lebih waspada dalam mengamati kendaraan pelanggan.

Pertamina terus berupaya menjaga kualitas pelayanan sebagai komitmen utama perusahaan di tahun 2026. Dukungan masyarakat dalam mematuhi aturan keselamatan di area SPBU akan sangat membantu kelancaran distribusi BBM. Pada akhirnya, upaya kolaborasi antara pengelola dan pelanggan akan menciptakan lingkungan pengisian bahan bakar yang lebih aman.