Sarimulya.id – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi meresmikan kapal logistik kimia bernama Boreas dengan kapasitas 9.000 DWT melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI). Perusahaan infrastruktur milik konglomerat Prajogo Pangestu ini menargetkan pengoperasian kapal tersebut mulai Juni 2026 untuk melayani rute perdagangan strategis dari Asia hingga Eropa.
Langkah ekspansi ini melengkapi armada milik CDI Group dalam memperkuat sistem distribusi rantai pasok maritim secara internasional. Manajemen CDIA menyatakan komitmen perusahaan untuk menyediakan layanan logistik kimia cair yang aman, efisien, dan terintegrasi melalui standar pelayaran global.
Strategi Chandra Daya Investasi Perkuat Jalur Asia-Eropa lewat Kapal Boreas
Perusahaan menggandeng Fukuoka Shipbuilding Co Ltd asal Jepang sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan kapal Boreas. Pihak manajemen mengungkapkan bahwa peluncuran armada ini menjadi bagian dari visi jangka panjang CDI Group dalam meningkatkan daya saing industri nasional di kancah perdagangan internasional.
Selain mendukung operasional internal Chandra Asri Group, kapal Boreas akan melayani berbagai mitra eksternal dari sektor industri yang membutuhkan distribusi komoditas kimia strategis. Dengan penambahan armada ini, perusahaan menambah fleksibilitas layanan logistik maritim sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan antarwilayah yang semakin berkembang pesat pada 2026.
Manajemen CDIA memaparkan bahwa sektor energi dan kimia di kawasan Asia saat ini membutuhkan layanan logistik yang sangat andal demi menjaga kelancaran rantai pasok. Oleh karena itu, CDI Group berkomitmen terus memperluas portofolio infrastruktur dengan mengintegrasikan layanan logistik yang lebih luas dan efisien bagi para pelanggan di berbagai belahan dunia.
Kinerja Keuangan CDIA dan Penguatan Struktur Permodalan
Kesuksesan ekspansi bisnis ini sejalan dengan performa keuangan perusahaan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2026. CDIA mencatatkan laba bersih sebesar US$ 121,05 juta, yang mencerminkan lonjakan tajam sebesar 285% secara tahunan (YoY) jika dibandingkan dengan torehan laba 2025 yang hanya mencapai US$ 31,42 juta.
Di sisi lain, pendapatan perusahaan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 44% secara tahunan menjadi US$ 148,03 juta. Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, mengonfirmasi bahwa perusahaan berhasil meraih EBITDA sebesar US$ 118,8 juta, atau meningkat drastis sebesar 288% secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.
Perusahaan juga membukukan total likuiditas yang kuat sebesar US$ 803,3 juta per 31 Desember 2026. Berikut adalah rincian kinerja keuangan utama perusahaan:
| Indikator Keuangan | Nilai (2026) |
|---|---|
| Laba Bersih | US$ 121,05 juta |
| Tingkat Pertumbuhan Laba (YoY) | 285% |
| Pendapatan | US$ 148,03 juta |
| EBITDA | US$ 118,8 juta |
Dukungan Sumber Pendanaan dan Ekspansi Armada
Manajemen CDIA berhasil memperkuat posisi permodalan perusahaan melalui beragam akses pendanaan domestik maupun internasional. Perusahaan mendapatkan dukungan luar biasa dari para pemegang saham, termasuk tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group.
Selain permodalan dari pemegang saham, perusahaan juga memanfaatkan hasil penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juli 2025 serta berbagai fasilitas perbankan. Beberapa bank yang terlibat meliputi Bank Danamon, Bank BTN, hingga pinjaman strategis senilai US$ 100 juta yang berasal dari Bangkok Bank.
Dengan modal yang kuat, CDI Group akan terus mengejar target pengembangan infrastruktur logistik maritim yang ambisius. Ke depan, perusahaan memfokuskan diri pada integrasi layanan yang lebih masif guna memastikan seluruh rantai pasok industri tetap berjalan lancar dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Faktanya, pemberian dividen interim sebesar US$ 10 juta untuk tahun buku 2026 menegaskan komitmen perusahaan dalam memberi nilai tambah bagi seluruh pemegang saham. Hal ini tentu menandai tahun yang sangat produktif bagi CDI Group dalam melakukan transformasi sektor bisnis infrastruktur nasional.
Singkatnya, kehadiran kapal Boreas menjadi katalisator bagi CDIA untuk mendominasi rute perdagangan Asia-Eropa sekaligus memperkokoh posisi fiskal perusahaan. Dengan dukungan pendanaan yang terdiversifikasi, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini dalam jangka panjang melalui efisiensi operasional dan pengembangan kanal logistik yang berkelanjutan.