Sarimulya.id – Investasi dividen saham menjadi incaran para investor di tahun 2026 yang menginginkan passive income stabil. Sejumlah emiten menjanjikan yield yang menggiurkan, bahkan ada yang berpotensi tembus dua digit. Lantas, saham apa saja yang layak dilirik untuk mendapatkan dividen jumbo di tahun 2026?
Kinerja emiten yang solid pasca transisi ekonomi beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan dividen. Selain itu, kesadaran investor akan pentingnya pendapatan pasif juga semakin tinggi. Kondisi ini menciptakan iklim investasi yang menarik bagi para pemburu dividen.
CNMA: Potensi Yield Dividen Saham Hingga 11%?
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), atau yang lebih dikenal dengan Cinema XXI, menjadi salah satu emiten yang mencuri perhatian. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, CNMA menyetujui pembagian dividen sebesar Rp980 miliar atau Rp12 per saham. Dividen ini terdiri dari dividen interim Rp5 yang telah dibayarkan pada 28 November 2025 dan dividen final Rp7 yang akan dibayarkan pada 28 April 2026.
Payout ratio dividen CNMA mencapai hampir 100% dari laba, ditambah lagi dengan tambahan dari laba ditahan. Jika harga saham CNMA berada di level Rp110 per lembar (harga penutupan 7 April 2026), maka yield dividen yang dihasilkan bisa mencapai hampir 11%. Angka ini tergolong sangat menarik di pasar saham saat ini.
Analis Bareksa menilai, dengan yield hampir 11%, dividen CNMA sangat menarik untuk strategi income investing. Namun, investor tetap perlu mencermati keberlanjutan dividen dan kondisi daya beli masyarakat ke depan.
ARNA dan CMRY: Pembagian Dividen dengan Yield Menarik
Selain CNMA, dua emiten lain juga menawarkan potensi dividen yang menarik, yaitu PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY). ARNA mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp330,364 miliar, atau Rp45 per lembar saham. Dengan harga saham ARNA di level Rp535 per lembar (penutupan perdagangan 10 April 2026), maka yield dividen yang dihasilkan mencapai 8,4%.
Sementara itu, CMRY berencana membagikan dividen final tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp793,47 miliar, atau Rp100 per saham. Dividen ini berasal dari laba bersih perusahaan tahun buku 2025 sebesar Rp2,03 triliun yang telah disetujui dalam RUPST pada 9 April 2026.
BBRI: Dividen Jumbo Picu Euforia Investor
Saham BBRI juga menjadi sorotan di tahun 2026 setelah mengumumkan pembagian dividen jumbo untuk tahun buku 2025. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp52,1 triliun, memicu euforia di kalangan investor ritel maupun institusi. Dividen BBRI memberikan indikasi yield sekitar 6,2% berdasarkan harga pasar saat ini, atau setara Rp209 per lembar saham sebagai dividen final.
Ditambah dengan dividen interim sebelumnya sebesar Rp137 per saham, maka total dividen yang diterima investor mencapai Rp346 per saham untuk tahun buku 2025. Kenaikan pembagian dividen ini membuat saham BBRI kembali menjadi incaran investor dividen, terutama karena yield yang dihasilkan jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen deposito maupun obligasi ritel.
Manajemen BBRI menetapkan dividend payout ratio sebesar 92% dari laba bersih, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 86%. Kebijakan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham di tengah kinerja laba yang tetap solid.
Tips Memilih Saham Dividen Terbaik di Tahun 2026
Memilih saham dividen yang tepat memerlukan riset dan analisis yang cermat. Berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:
- Perhatikan Kinerja Keuangan Emiten: Pastikan emiten memiliki kinerja keuangan yang stabil dan laba yang konsisten.
- Cek Dividend Payout Ratio: Payout ratio yang terlalu tinggi bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan kurang berinvestasi untuk pertumbuhan di masa depan.
- Pertimbangkan Sektor Industri: Beberapa sektor industri cenderung memberikan dividen yang lebih stabil dibandingkan sektor lainnya.
- Diversifikasi Portofolio: Jangan hanya berinvestasi pada satu saham dividen. Diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko.
Investasi Dividen Saham: Peluang Passive Income Menjanjikan
Singkatnya, investasi pada dividen saham dapat menjadi strategi yang menjanjikan untuk menciptakan passive income di tahun 2026. Dengan memilih emiten yang tepat dan melakukan diversifikasi portofolio, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan dan mengurangi risiko.
Tertarik untuk memulai investasi dividen saham? Jangan lupa untuk selalu melakukan riset dan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. Anda juga bisa memanfaatkan platform investasi seperti Bareksa dan Maybank Trade ID untuk membantu Anda memilih saham dividen yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.