Beranda » Berita » Harga Emas 2026: Analis Prediksi Tembus Rp 3 Juta Minggu Depan

Harga Emas 2026: Analis Prediksi Tembus Rp 3 Juta Minggu Depan

Sarimulya.idHarga emas 2026 berpotensi melonjak hingga Rp 3.100.000 per gram dalam sepekan mendatang menurut prediksi Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, pada Minggu, 12 April 2026. Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi harga emas dunia yang bisa menembus US$ 5.000 per troy ounce.

Ibrahim menambahkan, harga emas dunia saat penutupan perdagangan Sabtu pagi, 11 April 2026, berada di level US$ 4.749 per troy ounce, atau setara dengan Rp 2.860.000 per gram. Adakah faktor-faktor lain yang mendukung potensi kenaikan harga emas di tahun 2026? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Faktor Pendorong Harga Emas 2026 Menurut Analis

Ibrahim memperkirakan harga emas berpotensi naik seiring dengan pergerakan harga emas dunia. Namun, ia juga memberikan proyeksi jika terjadi koreksi. Support pertama harga emas diperkirakan berada di kisaran US$ 4.683 per troy ounce, atau Rp 2.840.000 per gram.

Ibrahim mengidentifikasi empat kondisi utama yang mempengaruhi fluktuasi harga emas. Pertama, kondisi geopolitik global, terutama eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Jika perundingan antara Iran dan Amerika Serikat menghasilkan kesepakatan berupa jeda perang selama dua pekan, harga minyak berpotensi mengalami penurunan. Penurunan harga minyak tersebut, ujar Ibrahim, dapat berdampak pada inflasi.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa penurunan inflasi dapat membuka peluang bagi bank sentral AS (The Federal Reserve) untuk menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat mendorong kenaikan harga emas. Apakah ada faktor lain yang memengaruhi harga emas?

Baca Juga:  Cara Dapat Uang CapCut Creator Template Terbaru 2026

Dinamika Politik AS dan Pengaruhnya pada Harga Emas

Kondisi politik di Amerika Serikat menjadi faktor kedua yang memengaruhi harga emas. Ancaman terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa, 7 April 2026, untuk “memusnahkan peradaban Iran” memicu kecaman di dalam negeri. Bahkan, beberapa pihak menyerukan pemakzulan terhadap Trump.

Selanjutnya, Ibrahim menyoroti pergantian pimpinan The Fed pada awal Mei 2026 sebagai faktor ketiga yang patut diperhatikan. Calon gubernur The Fed, Kevin Walsh, dikabarkan memiliki kesepakatan kerja sama dengan Trump untuk menurunkan suku bunga. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan, secara tidak langsung, memengaruhi harga emas.

Supply and Demand Emas di Tengah Ketidakpastian Global

Kondisi *supply and demand* juga memainkan peran penting dalam menentukan harga emas, menurut Ibrahim. Bank sentral global, katanya, terus mencari alternatif untuk cadangan devisa dengan beralih ke logam mulia. Hal ini didorong oleh anggapan bahwa “perang dunia ketiga sudah berjalan.”

“Negara besar sudah ikut campur sehingga ini fakta di lapangan bahwa perang dunia ketiga sudah ada dan ini yang membuat ekonomi global bermasalah,” tutur Ibrahim.

Proyeksi Rupiah dan Implikasinya pada Harga Emas Lokal

Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim juga memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi melanjutkan pelemahan. “Kemungkinan besar cukup lebar juga dan kemungkinan masih akan bertahan di atas level Rp 17.000,” kata dia.

Data menunjukkan rupiah melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026, ke level 17.104 per dolar Amerika Serikat. Angka ini merosot 0,08 persen dibandingkan hari sebelumnya. Fakta ini menunjukkan bahwa rupiah secara konsisten berada di level 17 ribu per dolar AS selama sepekan terakhir 2026.

Baca Juga:  Bank Digital vs Bank Konvensional: Panduan Lengkap 2026

Disclaimer

Penting untuk diingat: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual emas. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dengan mempertimbangkan segala risiko yang ada.