Beranda » Berita » Efisiensi Anggaran 2026: Sekjen DPD Ingatkan ASN Soal Ini

Efisiensi Anggaran 2026: Sekjen DPD Ingatkan ASN Soal Ini

Sarimulya.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD RI, Mohammad Iqbal, menyampaikan instruksi penting mengenai efisiensi anggaran 2026 kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DPD RI. Instruksi ini menjadi salah satu poin utama yang disampaikan Iqbal saat apel pagi perdana setelah libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Selain efisiensi anggaran 2026, Iqbal juga menekankan transparansi anggaran di hadapan 1.464 pegawai. Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan fisik seluruh jajaran ASN untuk menghadapi padatnya agenda legislasi di sisa masa sidang tahun ini. Momen ini sekaligus menjadi pengecekan kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebelum memasuki masa reses mendatang.

Akselerasi Kinerja dan Efisiensi Anggaran 2026

Mohammad Iqbal menekankan pentingnya akselerasi kinerja ASN DPD RI, terutama di masa persidangan IV yang singkat sebelum memasuki masa reses. Ia meminta agar tidak ada penundaan dalam agenda utama DPD RI, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun pertimbangan. Tidak hanya itu, Iqbal juga mengingatkan terkait efisiensi anggaran 2026 yang harus tetap menjadi prioritas.

“Tidak ada ruang untuk lambat atau salah. Semua harus tepat waktu, tepat regulasi, tepat target, dengan tetap mengedepankan efisiensi dan transparansi anggaran,” tegas Iqbal di Lapangan Parkir DPD RI Kompleks Parlemen, Senin (30/3/2026).

Soliditas Unit Kerja: Kunci Kekuatan Institusi

Selain fokus pada efisiensi anggaran 2026 dan percepatan kinerja, Iqbal juga menyoroti pentingnya soliditas dan kerja sama lintas unit kerja. Penguatan soliditas ini berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menekankan perlunya menghilangkan ego sektoral demi kelancaran tugas.

Baca Juga:  Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Pasca PHK Massal 2026

Antisipasi Dinamika Geopolitik dan Teknologi

Iqbal juga mengingatkan seluruh jajaran ASN DPD RI untuk terus beradaptasi terhadap perubahan dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi global. Adaptasi ini menjadi krusial dalam mendukung kinerja DPD RI ke depan. Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan adanya penyesuaian kebijakan, termasuk efisiensi anggaran 2026 hingga penerapan skema Work From Home (WFH).

“Penting bagi kita untuk penguatan sistem IT dan keamanan database hasil kerja DPD RI sebagai antisipasi masa depan,” harapnya. Penguatan sistem IT dan keamanan database menjadi langkah penting untuk menjaga data dan informasi strategis DPD RI.

Nilai Kekeluargaan dan Pengabdian

Di akhir arahannya, Iqbal mengapresiasi nilai kekeluargaan yang kuat di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah dan keberkahan bagi keluarga.

“Kita kembali dengan energi batin yang diperbaharui setelah pulang ke akar kita di kampung halaman. Mari kita bekerja dengan hati dan keikhlasan. Apa yang kita lakukan bukan hanya capaian institusi, tetapi bentuk pengabdian lillahi ta’ala,” tandasnya.

Kesimpulan

Sekjen DPD RI, Mohammad Iqbal, menekankan efisiensi anggaran 2026 kepada seluruh ASN. Selain itu, soliditas antar unit kerja dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi fokus utama. Iqbal mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati dan menjadikan pekerjaan sebagai ladang pengabdian.