Sarimulya.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku menyumbangkan 30 kantong darah ke Palang Medah Indonesia (PMI) Kota Ambon pada Senin untuk mendukung ketersediaan darah di wilayah tersebut. Aksi sosial ini berlangsung di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Ambon sebagai rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memimpin langsung kegiatan yang melibatkan pegawai pemasyarakatan sebagai pendonor aktif tersebut. Langkah ini menjadi wujud kontribusi nyata instansi pemerintah dalam menjaga stok darah agar tetap tersedia bagi masyarakat yang memerlukan layanan transfusi di berbagai fasilitas kesehatan.
Faktanya, tingkat kebutuhan darah di Kota Ambon sering melebihi stok yang tersedia di Unit Donor Darah (UDD) PMI Ambon. Ketersediaan stok di lapangan bersifat fluktuatif sehingga instansi pemerintah perlu mengambil peran aktif untuk mengisi kekosongan pasokan secara berkala. Dengan demikian, kegiatan donor darah ini mampu menutup celah kekurangan pasokan yang sering terjadi.
Sinergi Ditjenpas Maluku dalam menjaga ketersediaan darah
Partisipasi pegawai dalam kegiatan ini tidak hanya sekadar formalitas peringatan HBP ke-62 tahun 2026. Ricky menyatakan bahwa pihaknya berupaya menjadikan agenda donor darah sebagai kegiatan berkala di masa depan. Rencana ini melibatkan lebih banyak unit pelaksana teknis pemasyarakatan di seluruh wilayah Maluku guna memastikan distribusi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain itu, aksi ini memperkuat peran Ditjenpas dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan kerja internal. Pegawai pemasyarakatan menunjukkan sisi humanis melalui kontribusi langsung yang berdampak bagi nyawa manusia. Ditjenpas Maluku menilai sinergi strategis dengan PMI menjadi kunci optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat daerah.
Data pemenuhan kebutuhan darah di Kota Ambon
Data PMI Kota Ambon menunjukkan angka kebutuhan darah yang cukup signifikan setiap tahunnya. Kebutuhan tersebut mencapai ribuan kantong dengan acuan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut rincian data pembanding kebutuhan darah di wilayah Kota Ambon per 2026:
| Kategori Informasi | Keterangan Angka |
|---|---|
| Kebutuhan per Tahun | 7.500 hingga 7.700+ kantong |
| Standar Minimal WHO | 7.742 kantong darah |
Melihat urgensi data tersebut, aksi donor darah massal oleh berbagai instansi seperti Ditjenpas Maluku sangat krusial bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan. PMI Kota Ambon masih sangat mengandalkan partisipasi publik serta instansi pemerintah untuk memenuhi target tahunan 2026 tersebut.
Langkah strategis memperluas jangkauan donor darah
Ricky Dwi Biantoro mendorong seluruh unit kerja pemasyarakatan untuk melakukan aksi serupa secara rutin dan terkoordinasi. Hal ini bertujuan agar wilayah-wilayah yang masih kekurangan stok darah bisa segera tertolong oleh pasokan yang terkumpul. Melalui koordinasi yang baik, distribusi darah ke berbagai rumah sakit akan berjalan lebih stabil dan terukur setiap bulannya.
Tidak hanya itu, kegiatan rutin ini akan mendidik pegawai untuk lebih memahami pentingnya gaya hidup sehat sekaligus membiasakan diri berbagi melalui donor darah. Kepedulian yang terbangun di lingkungan kerja akan menciptakan budaya kerja yang positif. Alhasil, peran pemasyarakatan di mata masyarakat akan semakin menguat seiring dengan aksi nyata yang konsisten mereka berikan.
Manfaat nyata aksi donor darah bagi masyarakat
Seluruh kantong darah yang terkumpul pada hari Senin tersebut langsung staff PMI serahkan kepada pihak terkait untuk segera didistribusikan kepada pasien. Proses ini menuntut kecepatan agar kualitas darah tetap terjaga saat sampai di fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan keterlibatan aktif personel pemasyarakatan, setidaknya 30 nyawa atau pasien yang membutuhkan transfusi mendapatkan harapan baru melalui pasokan darah segar tersebut.
Kesuksesan aksi di LPKA Ambon memberi sinyal positif bagi agenda-agenda kemanusiaan selanjutnya. Ditjenpas Maluku berkomitmen penuh mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Maluku melalui cara-cara yang strategis dan berkelanjutan. Momentum peringatan HBP ke-62 tahun 2026 menjadi titik tolak bagi gerakan kepedulian yang lebih progresif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Ambon yang membutuhkan bantuan medis.