Sarimulya.id – Sania Intan Nurul Laili (21), warga Kecamatan Kedamean, mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Legundi, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 08.10 WIB. Musibah ini membuat seorang pengendara motor gagal menyalip dan menabrak dump truck hingga mengakibatkan cedera patah tulang pada bagian kaki kiri.
Kejadian ini bermula saat pengendara sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi W 3943 NAW berupaya mendahului dump truck bernomor polisi BK 8610 VV dari sisi kiri jalan. Namun, pengendara motor kehilangan kendali sehingga menabrak bagian depan samping kiri kendaraan besar tersebut.
Kronologi Kecelakaan Gagal Menyalip di Gresik
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musirham, memberikan penjelasan mengenai urutan peristiwa di lokasi kejadian. Menurut catatannya, dump truck yang pengemudinya bernama Paidi (45), warga Lamongan, sedang melaju dari arah utara menuju selatan. Saat mencapai simpang empat Legundi, pengemudi truk menghentikan laju kendaraan karena lampu lalu lintas berwarna merah.
Begitu lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, pengendara motor melakukan manuver mendahului dari sisi sebelah kiri truk. Alih-alih melewati truk dengan aman, korban justru kehilangan kendali atas motornya. Alhasil, motor korban oleng ke arah kanan dan menghantam bagian depan samping kiri dump truck tersebut dengan cukup keras.
Petugas kesehatan segera mengevakuasi korban ke RS Anwar Medika Balongbendo tak lama setelah insiden itu terjadi. Tim medis memberikan perawatan intensif karena korban menderita patah tulang pada kaki kiri serta beberapa luka lecet di kaki kanan. Kondisi motor Honda Beat milik korban sendiri mengalami kerusakan parah atau ringsek pada bagian depan.
Analisis Petugas Terkait Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan faktor utama yang memicu insiden tersebut. Pihak berwenang menaruh perhatian besar pada perilaku berkendara yang kurang hati-hati saat mendahului kendaraan besar dari sisi sebelah kiri. Selain itu, kondisi jalan yang cukup ramai di pagi hari menambah risiko bagi pengendara yang melakukan manuver berisiko.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian kini sudah mengamankan sejumlah barang bukti untuk kebutuhan penyelidikan lebih lanjut. Petugas Unit Lalu Lintas Polsek Driyorejo pun telah meminta keterangan dari beberapa saksi yang melihat peristiwa secara langsung di lokasi. Langkah ini penting guna menyusun kronologi kejadian yang akurat sesuai dengan fakta lapangan per update 2026.
| Kategori Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Senin, 6 April 2026, 08.10 WIB |
| Lokasi | Jalan Raya Legundi, Desa Bambe, Driyorejo |
| Potensi Kerugian | Rp 500 ribu |
Tindak Lanjut Penanganan Kasus oleh Polsek Driyorejo
Setelah melakukan olah TKP, Polsek Driyorejo menyerahkan penanganan perkara ini kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik. Keputusan tersebut bertujuan agar penyidik ahli bisa menangani kasus lalu lintas ini secara lebih mendalam. Dengan demikian, proses hukum dan administrasi terkait kerugian material yang menelan biaya sekitar Rp 500 ribu bisa segera selesai.
Bahkan, hingga saat ini, petugas terus memantau perkembangan kesehatan korban di RS Anwar Medika Balongbendo. Meskipun kecelakaan ini mengakibatkan kerusakan kendaraan yang cukup signifikan, Kompol Musirham memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tabrakan di simpang empat Legundi tersebut.
Pelajaran Penting Bagi Pengendara di Jalan Raya
Kecelakaan ini menyisakan pengingat bagi seluruh pengguna jalan tentang pentingnya menjaga kewaspadaan saat berkendara. Terutama bagi pengendara roda dua, manuver mendahului kendaraan besar membutuhkan kehati-hatian ekstra dan perhitungan jarak yang sangat akurat. Faktanya, titik buta atau blind spot pada truk berukuran besar sering kali luput dari pandangan pengendara motor.
Singkatnya, keselamatan di jalan raya memerlukan kerja sama antar pengguna kendaraan. Mematuhi aturan lalu lintas dan memberikan ruang yang cukup bagi kendaraan besar merupakan langkah sederhana yang mampu mencegah kecelakaan fatal. Mengingat mobilitas yang tinggi di wilayah Driyorejo pada 2026, pengendara sebaiknya meningkatkan disiplin guna mencapai perjalanan yang aman bagi diri sendiri maupun orang lain.