Sarimulya.id – Wapres Gibran Rakabuming Raka tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara pada Senin (6/4/2026) malam untuk meninjau secara langsung berbagai lokasi yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,6. Guncangan gempa tersebut mengguncang wilayah tersebut pada 2 April 2026 tepat pukul 06.48 WITA.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menyambut langsung kedatangan Wakil Presiden pada pukul 19.00 WITA. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam merespons cepat penanganan pascabencana di tanah air per 2026.
Agenda Gibran Tinjau Lokasi Gempa Manado
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulut, Christian Iroth, memaparkan bahwa Wapres Gibran menyusun sejumlah agenda padat selama berada di Manado. Rangkaian kegiatan ini berlangsung mulai Selasa (7/4/2026) pagi hingga siang hari sebelum beliau kembali bertolak menuju Jakarta.
Selain itu, pemerintah daerah memastikan kesiapan protokol penyambutan dan pengamanan selama kunjungan berlangsung. Faktanya, kunjungan ini memberikan perhatian khusus pada fasilitas publik serta keluarga warga yang mengalami musibah. Lebih dari itu, kehadiran Wapres menjadi simbol dukungan moril bagi masyarakat Manado yang sedang melalui masa pemulihan.
Rincian Kunjungan Lapangan Wapres
Wapres Gibran memulai kegiatan Selasa pagi dengan melihat kondisi gedung KONI Sario Manado. Sisi barat gedung ini ambruk akibat guncangan gempa yang melanda wilayah Sulawesi Utara pekan lalu. Setelah itu, beliau menemui keluarga almarhumah Deitje Lahia sebagai bentuk belasungkawa resmi pemerintah. Deitje meninggal dunia akibat terkena material reruntuhan bangunan KONI Sario saat gempa terjadi.
Menariknya, langkah pemerintah tidak berhenti di pusat kota saja. Sebab, perbaikan infrastruktur vital menjadi prioritas utama kabinet saat ini. Ketahui bahwa setelah agenda tersebut, Gibran melanjutkan perjalanan ke lokasi terdampak lainnya.
Pemulihan Fasilitas Umum dan Ibadah
Wapres Gibran meneruskan kunjungan ke Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa. Gereja ini mengalami kerusakan signifikan pada bagian plafon serta retakan pada dinding bangunan. Sebelum kunjungan Wapres dilakukan, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah meninjau lokasi tersebut pada akhir pekan lalu.
Tidak hanya bangunan ibadah, jadwal kunjungan juga mencakup Kota Bitung. Wilayah tersebut mencatat tingkat kedekatan yang ekstrem dengan pusat gempa bumi pada 2 April 2026. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi bantuan bagi warga terdampak berjalan lancar di Minahasa maupun Bitung.
| Detail Kejadian | Informasi Data 2026 |
|---|---|
| Waktu Gempa | 2 April 2026, 06.48 WITA |
| Magnitudo | 7,6 |
| Kedalaman | 33 km |
| Episenter | 129 km Tenggara Bitung |
Data Teknis Gempa Manado Menurut BMKG
Data terbaru dari BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur. Guncangan ini menciptakan dampak cukup luas di Manado dengan intensitas IV-V MMI. Dengan demikian, getaran gempa mampu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah terdampak.
Pihak berwenang berharap data akurat membantu proses rekonstruksi kawasan terdampak dengan lebih efektif. Apakah pemulihan infrastruktur di Sulawesi Utara akan berjalan cepat pasca kunjungan ini? Intinya, pemerintah terus memantau situasi di lapangan secara berkala hingga kondisi kembali stabil bagi masyarakat.
Rencana Kepulangan Wapres ke Jakarta
Setelah merampungkan seluruh agenda peninjauan pada Selasa siang, Wapres Gibran segera kembali ke Jakarta. Christian Iroth menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan agenda kerja singkat namun krusial bagi stabilitas daerah di Sulawesi Utara. Pemerintah pusat membuktikan komitmen nyata dengan turun langsung meninjau kerusakan fisik di berbagai titik lokasi bencana.
Semoga proses rekonstruksi berjalan lancar dan masyarakat terdampak segera mendapatkan akses kembali ke fasilitas umum yang berfungsi baik. Semangat solidaritas penduduk Manado tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi musibah gempa tahun 2026 ini. Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menentukan keberhasilan masa pemulihan pascagempa.