Beranda » Berita » Jalan Rusak Indramayu Diprotes Warga dengan Pohon Pisang

Jalan Rusak Indramayu Diprotes Warga dengan Pohon Pisang

Sarimulya.id – Warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, mengungkapkan kekesalan mereka terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki dengan cara unik. Mereka menanam pohon pisang di sepanjang jalan berlubang sebagai bentuk protes yang kreatif sekaligus menyindir pemerintah daerah.

Aksi ini dilakukan karena jalan rusak di wilayah mereka sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin parah. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, jalan berlubang tersebut membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Oleh karena itu, warga berharap pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak ini.

Kondisi Jalan Rusak Membahayakan Pengguna Jalan

Darkim, salah seorang warga Desa Gadingan, menjelaskan bahwa kerusakan jalan mencapai kurang lebih satu kilometer. Lubang-lubang besar dan dalam membentang di sepanjang jalan tersebut, sehingga sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Jika hujan tiba, jalanan akan tergenang air dan memperburuk kondisi jalan.

“Kondisinya lebih parah dari sini sampai ke sana. Rusak semua, bahkan di beberapa titik warga menanam pohon pisang. Kalau hujan, jalannya banjir dan makin parah,” ujar Darkim, mengungkapkan keprihatinannya pada Senin (30/3).

Sebelumnya, menurut Darkim, pemerintah sempat memberikan material koral untuk menutupi lubang. Akan tetapi, upaya ini dinilai hanya sebagai solusi sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara permanen. Warga tetap menuntut perbaikan jalan yang menyeluruh dan berkualitas.

Harapan Warga kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu

Darkim secara terbuka menyampaikan harapan warga kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, termasuk Bupati Lucky Hakim, agar segera turun tangan mengatasi masalah jalan rusak ini. Warga sangat berharap agar jalan di Desa Gadingan segera diperbaiki demi kelancaran aktivitas dan keselamatan mereka.

Baca Juga:  Program Prolanis 2026: Cara Efektif Kelola Penyakit Kronis

“Harapan warga ya cepat-cepat minta dibangun itu aja. Minta Bapak Lucky Hakim mohon, mohon kehadirannya cepat dibangun Desa Gadingan. Katanya sih dari pihak pamong desa bulan Mei mau dibangun, tapi bagi saya masyarakat kan enggak tahu pastinya, cuma katanya saja,” kata Darkim penuh harap per 2026.

Lebih lanjut, Darkim menjelaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan, terutama mobil sedan, kesulitan melintas. Bahkan, truk bermuatan berat pun enggan melewati jalan tersebut karena khawatir terperosok atau mengalami kerusakan.

Reaksi Pemerintah Terhadap Protes Warga

Aksi warga menanam pohon pisang di jalan rusak tersebut viral di media sosial dan mendapat perhatian dari berbagai pihak. Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menyatakan bahwa pihaknya akan segera meninjau langsung kondisi jalan di Desa Gadingan.

Maulana juga mengungkapkan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam agenda prioritas tahun anggaran 2026. Nantinya, jalan kabupaten ruas Sudikampiran–Gadingan akan ditingkatkan kualitasnya menggunakan konstruksi beton atau betonisasi agar lebih kuat dan tahan lama.

Rencana Betonisasi Jalan pada Anggaran 2026

“Rencana awal bulan April 2026 ini kita sudah tayang tender. Nilainya Rp 3,5 miliar dengan panjang 1,4 kilometer. Semuanya akan dibeton dengan ketebalan 20 cm dan lebar 5 meter,” jelas Maulana pada Senin (30/3).

Pengerjaan betonisasi di Desa Gadingan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender setelah pemenang tender ditetapkan. Pemerintah berupaya mempercepat proses perbaikan agar masyarakat segera dapat menikmati jalan yang layak.

Sambil menunggu proses lelang hingga penetapan pemenang, Dinas PUPR berjanji akan melakukan penanganan darurat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan jalan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Baca Juga:  Blok Masela: Prabowo Genjot Proyek Rp300 Triliun!

“Besok kita kirim material untuk pengurukan lubang agar pengendara lebih nyaman. Kami mohon kerja sama masyarakat, nanti pohon pisangnya dipindahkan agar jalan bisa diratakan dan digilas dulu,” tambahnya.

Alokasi Anggaran Infrastruktur Kabupaten Indramayu 2026

Secara umum, Maulana Malik memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar pada tahun 2026 untuk infrastruktur. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 60 miliar dialokasikan untuk irigasi dan sisanya untuk jembatan serta jalan.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten di Indramayu diklaim telah mencapai 88 persen. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan agar dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Perbandingan Kondisi Jalan Indramayu dari Tahun ke Tahun

Meskipun tingkat kemantapan jalan diklaim mencapai 88 persen per 2026, masih terdapat beberapa titik jalan yang memerlukan perhatian khusus. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan pada tahun-tahun mendatang melalui alokasi anggaran yang memadai dan perencanaan yang matang.

Diharapkan, dengan adanya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, masyarakat Indramayu dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Aksesibilitas yang lebih baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya di wilayah tersebut. Jangan biarkan jalan berlubang menjadi penghambat kemajuan Indramayu di 2026 dan seterusnya!

Kesimpulan

Aksi protes warga Indramayu dengan menanam pohon pisang di jalan rusak menjadi sorotan dan mendorong pemerintah daerah untuk segera bertindak. Dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan, diharapkan perbaikan jalan dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah berjanji untuk terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan agar dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial yang lebih baik serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Indramayu.

Baca Juga:  Update Belanja Pemerintah di Kaltim Sentuh Rp1,69 Triliun - Cek Info Terbaru!