Beranda » Berita » KUR BRI: Rp31,42 Triliun Mengalir ke UMKM di 2026

KUR BRI: Rp31,42 Triliun Mengalir ke UMKM di 2026

Sarimulya.id – Jakarta, 27 Maret 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memacu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir Februari 2026. Langkah ini merupakan wujud implementasi Asta Cita untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tidak tanggung-tanggung, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp31,42 triliun kepada 643 ribu debitur UMKM di seluruh pelosok Indonesia hingga Februari 2026. Jumlah ini setara dengan 17,46% dari total alokasi KUR BRI tahun 2026 yang mencapai Rp180 triliun. Dengan pencapaian yang signifikan ini, BRI menegaskan komitmennya dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

Fokus Penyaluran KUR BRI: Sektor Produktif

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penyaluran KUR tidak hanya berfokus pada volume pinjaman saja. Lebih dari itu, BRI berupaya mengoptimalkan penyaluran KUR ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian riil. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berdasarkan data terbaru 2026, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, termasuk pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta sektor jasa lainnya. Porsi penyaluran ke sektor-sektor ini mencapai 64,13% dari total penyaluran KUR BRI. Fakta ini menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung sektor-sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Peran Sektor Pertanian dalam Penyaluran KUR

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam penyaluran KUR BRI. Hingga Februari 2026, sektor ini menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun. Angka ini setara dengan 42,18% dari total KUR yang BRI salurkan.

Baca Juga:  Bunga Deposito BRI Terbaru 2026: Cara Hitung & Keuntungan

Besarnya alokasi KUR ke sektor pertanian mencerminkan dukungan BRI terhadap program ketahanan pangan nasional. Dengan memberikan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau kepada petani, BRI berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan di Indonesia. Selain itu, BRI juga berupaya mendorong modernisasi pertanian melalui penggunaan teknologi dan inovasi.

UMKM Naik Kelas Berkat KUR: Bukti Nyata Dampak Positif

Penyaluran KUR BRI tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga membantu UMKM untuk naik kelas. Hingga saat ini, tercatat ada 213 ribu debitur KUR yang berhasil mengembangkan usahanya dan meningkatkan skala bisnisnya. Jumlah ini setara dengan 22,23% dari total sasaran tahun 2026 sebesar 962 ribu debitur.

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa KUR BRI memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Indonesia. Dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan, UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Prinsip Kehati-hatian dalam Penyaluran KUR

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran KUR. Proses penyaluran dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini penting karena KUR berasal dari dana bank yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat.

BRI berupaya menjaga kualitas kredit KUR dengan melakukan seleksi yang ketat terhadap calon debitur. Selain itu, BRI juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada debitur agar mereka dapat mengelola keuangan dengan baik dan menghindari risiko gagal bayar. Dengan demikian, keberlanjutan program KUR dapat terjamin dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Peningkatan Penetrasi KUR BRI di Tingkat Rumah Tangga

Data terbaru 2026 menunjukkan bahwa penetrasi KUR BRI terhadap rumah tangga terus meningkat setiap tahunnya. Hingga Februari 2026, 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2025, di mana 18 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses KUR, dan tahun 2024, di mana 17 dari setiap 100 rumah tangga yang memanfaatkan fasilitas ini.

Baca Juga:  Cetak Kartu BPJS Ketenagakerjaan via Aplikasi JMO Terbaru 2026

Peningkatan penetrasi KUR BRI menunjukkan bahwa program ini semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dengan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, semakin banyak rumah tangga yang mampu mengembangkan usaha mikro dan meningkatkan pendapatan mereka.

BRI: Motor Penggerak UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Dengan capaian yang gemilang ini, BRI semakin memperkuat posisinya sebagai motor penggerak UMKM dan ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. Melalui penyaluran KUR yang tepat sasaran dan berkelanjutan, BRI berkontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Hery Gunardi menambahkan, BRI akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyaluran KUR dan memperluas jangkauannya ke seluruh pelosok Indonesia. BRI juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat sipil, untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Dengan demikian, UMKM dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global.