Sarimulya.id – Manajer Proyek HBR II WIKA, Hari Purnama, mengonfirmasi progres pembebasan lahan Tol Harbour Road II menyentuh angka 45% pada Senin, 6 April 2026. Pihak kontraktor saat ini memfokuskan pengerjaan di dua titik utama, yakni sisi utara maupun sisi selatan wilayah Jakarta Utara.
Proses pembebasan lahan sisi selatan menyisakan jarak sekitar 1 kilometer. Tantangan ini menjadi fokus utama tim proyek agar target operasional tol berjalan lancar pada 2026 mendatang.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk selaku pemilik megaproyek ini menetapkan target fungsional khusus untuk ruas sisi selatan pada 2026. Alasan pengerjaan sisi selatan lebih prioritas karena kesiapan lahan yang lebih matang daripada sisi utara.
Progres Pembebasan Lahan Tol Harbour Road II
Selanjutnya, perusahaan konstruksi WIKA mengelola kontrak senilai Rp 5,22 triliun untuk proyek ini. Data per April 2026 menunjukkan progres pengerjaan fisik mencapai 32,31% dari total rencana.
Pihak pengelola proyek memisahkan tantangan teknis antara dua sisi tersebut. Sisi utara membutuhkan pembangunan koneksi tambahan yang cukup kompleks, salah satunya akses menuju kawasan Jembatan Tiga di Penjaringan, Jakarta Utara.
Tim konstruksi juga harus melakukan crossing atau persilangan jalan agar akses menuju Jembatan Tiga tersambung sempurna. Selain itu, pengerjaan di sisi selatan memiliki progres yang lebih stabil karena minim kendala sambungan jalan tambahan dibandingkan sisi utara.
Detail Spesifikasi Teknis Jalan Tol
Proyek strategis nasional ini memiliki total panjang ruas sejauh 9,7 kilometer yang menghubungkan titik-titik krusial di ibu kota. Para perancang jalan tol menetapkan kecepatan rencana kendaraan sebesar 80 km per jam dengan lebar lajur 3,5 meter.
Fasilitas pendukung jalan ini mencakup simpang susun di wilayah Ancol Timur dan Pluit. Tidak hanya itu, pembangun akan melengkapi ruas jalan dengan ramp yang menghubungkan Harbour Road I untuk mempermudah alur mobilitas kendaraan.
Informasi detail mengenai nilai proyek dan progres konstruksi per 2026 tertuang dalam rincian berikut:
| Komponen Proyek | Data Terkini 2026 |
|---|---|
| Total Nilai Kontrak WIKA | Rp 5,22 Triliun |
| Total Nilai Investasi | Rp 15,8 Triliun |
| Progres Konstruksi WIKA | 32,31% |
| Pembebasan Lahan Umum | 45% |
Dampak Ekonomi Harbour Road II
Pemerintah dan investor menanamkan total investasi sekitar Rp 15,8 triliun untuk proyek ini. Dana fantastis tersebut bertujuan utama meningkatkan kapasitas lalu lintas yang selama ini sangat padat.
Selain itu, pembangunan ini memperkuat jaringan jalan tol lingkar di wilayah Jabodetabek. Dengan selesainya pembangunan, efisiensi distribusi logistik di ibu kota pasti meningkat.
Peningkatan konektivitas jalan memberikan dampak positif bagi pengusaha logistik. Alhasil, daya saing ekonomi nasional akan menguat secara signifikan setelah fungsi tol berjalan maksimal.
Tantangan dan Rencana Operasional
Proses pembebasan lahan yang kini mencapai 45% menjadi batu sandungan utama bagi tim di lapangan. Manajemen WIKA terus berupaya menyelesaikan sisa 1 kilometer di sisi selatan lebih awal.
Apakah hambatan lahan ini akan menggeser jadwal operasional secara keseluruhan? Nyatanya, target operasional sisi selatan tetap berdiri kokoh pada tahun 2026.
Manajemen menetapkan skala prioritas agar sisi selatan berfungsi lebih dulu. Kemudian, tim akan menuntaskan sisa kendala di sisi utara agar seluruh jaringan tersambung secara utuh pada tahun-tahun berikutnya.
Seluruh pihak yang terlibat optimistis bahwa Harbour Road II dapat mendukung mobilitas warga Jakarta dengan standar kualitas tinggi. Pembangunan ini menjadi langkah nyata dalam membenahi infrastruktur darat yang lebih modern di Indonesia.
Penyelesaian proyek sesuai jadwal pada 2026 akan menjadi pencapaian besar dalam sejarah pembangunan infrastruktur Jakarta. Masyarakat kini menanti realisasi konektivitas baru yang akan memudahkan mobilitas harian mereka di masa depan.