Sarimulya.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat lonjakan volume penumpang kereta Lebaran daerah Surabaya sebesar 8 persen selama periode libur Lebaran 2026. Data resmi menunjukkan angka total sebanyak 1.034.894 penumpang yang memakai jasa transportasi kereta api di wilayah tersebut.
Manajer Humas KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memberikan keterangan resmi mengenai operasional masa angkutan Lebaran 2026 ini. Periode layanan transportasi massa tersebut berlangsung selama 22 hari, mulai pada 11 Maret hingga 1 April 2026.
Rincian Statistik Penumpang Kereta Lebaran Daerah Surabaya
Pihak KAI merinci jutaan angka penumpang tersebut ke dalam kategori keberangkatan serta kedatangan. Secara total, stasiun-stasiun di wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya melayani 520.023 penumpang keberangkatan. Di sisi lain, mereka juga menyambut 514.871 penumpang yang turun di wilayah kerja tersebut.
Pertumbuhan ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode Lebaran tahun 2025 lalu. Pada periode sebelumnya, data KAI menunjukkan angka 960.573 penumpang saja yang memakai layanan moda transportasi kereta api. Fakta ini membuktikan peningkatan minat masyarakat terhadap kereta api sebagai pilihan utama saat mudik.
| Kategori Penumpang | Jumlah Penumpang (2026) |
|---|---|
| Penumpang Berangkat | 520.023 |
| Penumpang Datang | 514.871 |
| Total Penumpang | 1.034.894 |
Titik Keberangkatan dan Kedatangan Paling Populer
Mahendro memaparkan tiga titik stasiun utama yang menanggung beban volume penumpang tertinggi sepanjang periode musim mudik dan balik. Ketiga stasiun ini bertindak sebagai hub strategis bagi masyarakat di Jawa Timur sebelum menyebar ke berbagai rute tujuan.
- Stasiun Surabaya Gubeng melayani 309.343 penumpang.
- Stasiun Surabaya Pasarturi melayani 291.424 penumpang.
- Stasiun Malang melayani 161.484 penumpang.
Tidak hanya itu, ketiga lokasi tersebut memang menjadi tolok ukur kepadatan operasional perusahaan. Kepopuleran stasiun-stasiun ini menjadikannya pusat perhatian utama manajemen KAI dalam mengatur alur pelanggan selama periode libur nasional.
Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Selain data total, catatan waktu puncak keramaian juga menjadi perhatian manajemen. Berdasarkan laporan operasional, perusahaan mengidentifikasi tanggal spesifik yang memiliki tingkat kepadatan paling tinggi selama masa angkutan Lebaran 2026.
Pertama, lonjakan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah 53.702 penumpang. Kemudian, masyarakat mulai kembali ke perantauan melalui arus balik yang memuncak pada 24 Maret 2026 dengan total 57.210 penumpang. Angka-angka ini menjadi indikator penting bagi perencanaan kapasitas armada di masa mendatang.
Dukungan Armada Selama Periode Lebaran
Guna mengakomodasi tingginya permintaan tiket, KAI Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan total 47 perjalanan kereta api setiap harinya. Perusahaan membagi 47 perjalanan tersebut ke dalam dua kategori utama untuk memaksimalkan efisiensi layanan bagi para pelanggan setia.
Pertama, pihak operasional menjalankan 38 perjalanan kereta api jarak jauh reguler. Kedua, manajemen menambah 9 kereta api jarak jauh tambahan guna memenuhi kuota kursi yang banyak peminatnya. Alhasil, ketersediaan sarana transportasi tetap terjaga dengan baik sepanjang musim Lebaran tahun ini.
Kondisi ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan kenyamanan maksimal bagi pemudik. Melalui penambahan jadwal tersebut, perusahaan berkontribusi besar dalam melancarkan mobilitas publik di wilayah Jawa Timur secara konsisten.
Keberhasilan operasional tahun 2026 ini memberikan pelajaran penting bagi pengembangan sistem transportasi kereta api ke depan. Pihak manajemen terus berupaya meningkatkan standar pelayanan agar setiap perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman. Pada akhirnya, data statistik ini menjadi modal berharga bagi persiapan masa angkutan Lebaran pada tahun-tahun berikutnya.