Sarimulya.id – Penyebab empat pekerja tewas saat bekerja di proyek bangunan bertingkat Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, resmi terungkap pada Selasa (7/4/2026). Tim otoritas kepolisian menyimpulkan insiden tragis pada Jumat (3/4/2026) tersebut terjadi akibat sesak napas, bukan karena jatuh dari ketinggian.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi memberikan konfirmasi terkait temuan lapangan mengenai penyebab empat pekerja tewas tersebut. Pihak berwajib telah melakukan pemeriksaan jenazah secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian para korban.
Fakta Penyebab Empat Pekerja Tewas di Lokasi Proyek
Tim kepolisian memang menemukan tubuh para korban dalam kondisi terjatuh di area lubang penampungan air. Akan tetapi, pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya luka fisik yang konsisten dengan dampak benturan keras akibat terjatuh dari ketinggian.
Faktanya, para korban menghirup gas berbahaya yang memicu gangguan pernapasan akut. Kondisi inilah yang mengakibatkan hilangnya kesadaran hingga akhirnya korban tidak tertolong di lokasi kejadian.
Menariknya, Kompol Nurma Dewi menambahkan bahwa insiden ini melibatkan upaya penyelamatan sesama pekerja. Jadi, suasana panik dalam lubang penampungan membuat para korban saling menolong satu sama lain saat rekan di samping mereka mulai kehilangan napas.
Selain fatalitas pada empat nyawa, terdapat tiga pekerja lain yang juga menghirup gas tersebut. Beruntung, ketiganya selamat dan kini kondisi kesehatannya sudah membaik setelah menjalani perawatan intensif di RS Polri.
Proses Penyelidikan Gas Berbahaya
Oleh karena insiden ini menimbulkan korban jiwa, Polsek Jagakarsa terus mendalami penyelidikan terkait sumber gas mematikan tersebut. Tim ahli perlu mengidentifikasi jenis zat kimia apa yang berada di dalam lubang penampungan air itu.
Berikut data ringkas mengenai insiden kecelakaan kerja tersebut:
| Kategori Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Lokasi | TB Simatupang, Jaksel |
| Waktu Kejadian | Jumat, 3 April 2026 |
| Penyebab Kematian | Sesak napas akibat gas |
| Status Korban | 4 Tewas, 3 Selamat |
Langkah Selanjutnya bagi Penyelidikan Polisi
Pertama, polisi mengamankan lokasi kejadian guna mempermudah proses identifikasi laboratorium. Kemudian, penyidik memintai keterangan dari saksi kunci yang juga rekan kerja korban di proyek tersebut.
Lebih dari itu, tim kepolisian juga memeriksa standar prosedur keselamatan kerja di lokasi proyek. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah perusahaan pelaksana proyek menaati aturan perlindungan pekerja atau sebaliknya.
Terakhir, pihak berwajib akan menetapkan status hukum apabila terdapat kelalaian yang mengarah pada tindak pidana. Kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini agar memberikan kepastian bagi pihak keluarga korban.
Refleksi Keamanan Kerja di Sektor Konstruksi
Insiden di tahun 2026 ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengembang bangunan bertingkat. Apakah standar keamanan yang diterapkan perusahaan sudah melindungi nyawa manusia di setiap sudut proyek?
Kesimpulannya, perusahaan harus memperketat pengawasan area tertutup yang minim sirkulasi udara. Keselamatan tenaga kerja wajib menjadi prioritas utama demi menghindari terulangnya tragedi yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja seperti yang terjadi di kawasan TB Simatupang ini.