Beranda » Berita » Qoriah Bawean Bangkit – Jejak Inspiratif Siti Aisyah!

Qoriah Bawean Bangkit – Jejak Inspiratif Siti Aisyah!

Sarimulya.idSiti Aisyah Azis, seorang qoriah berprestasi, menjadi inspirasi bagi kebangkitan **qoriah Bawean**. Lantunan merdunya telah menggema di tingkat nasional, mengharumkan nama pulau santri yang terletak di utara Gresik sejak lama. Kisahnya bermula dari keluarga sederhana yang menanamkan kecintaan pada Alquran sejak dini.

Pulau Bawean memang dikenal sebagai gudangnya bibit-bibit qori dan qoriah bertalenta. Banyak talenta dari sana telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang. Namun, nama Siti Aisyah Azis mencuat berkat kegigihan dan dedikasinya dalam mempelajari dan mengamalkan Alquran.

Awal Mula Perjalanan Siti Aisyah

Langkah awal Aisyah dimulai saat ia duduk di kelas 6 SD di Sangkapura, Bawean. Saat itu, ia berhasil meraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan. Prestasinya berlanjut hingga tingkat kabupaten di Gresik, membuka jalan bagi perjalanan panjangnya di dunia tilawah Alquran.

Tidak berhenti di situ, Aisyah terus memperdalam ilmunya dengan belajar kepada banyak guru. Ia mempelajari Alquran serta kitab-kitab dasar seperti Safinatun Najah dan Sullamut Taufiq. Ketekunannya membuahkan hasil, dengan mendapatkan pembinaan dari Departemen Agama Kabupaten Gresik.

Bimbingan dari Ulama dan Maestro Tilawah

Dalam prosesnya, Aisyah mendapatkan bimbingan dari Drs. Muhammad Hasan dan Hj. Siti Rohani Sandi. Kemampuannya semakin terasah berkat didikan para ulama dan maestro tilawah Jawa Timur. Sebut saja KH. Basori Alwi, KH. Daman Huri, KH. Salahuddin Ghozali, serta qori nasional seperti Muammar ZA dan Maria Ulfa.

Baca Juga:  Jadi Petugas Lalu Lintas Udara? Gamer Dicari, Gaji Rp 2,6 M!

Kepada Republika.co.id pada Ahad (12/4/2026), Aisyah mengatakan, “Cita-cita saya dulu sederhana, ingin menjadi juara qori. Kalau tidak internasional, minimal nasional.”

Meraih Mimpi Menjadi Qoriah Nasional

Impian Aisyah akhirnya terwujud. Pada tahun 1985, ia berhasil meraih Juara 1 MTQ. Kemudian, ia kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 MTQ Nasional Jamqur pada tahun 2006. Sebuah pencapaian yang membanggakan dan mengharumkan nama Bawean.

Mengabdi Sebagai Pembina Tilawah

Kini, Aisyah mendedikasikan dirinya untuk membimbing generasi muda. Di Malang, ia dipercaya menjadi pembina tilawah, mempersiapkan bibit-bibit baru untuk tampil di tingkat provinsi hingga nasional. Selain itu, ia juga telah enam periode menjabat sebagai Dewan Hakim MTQ Provinsi Jawa Timur.

Meskipun memiliki segudang pengalaman, Aisyah tetap rendah hati. “Saya ini orang biasa, tidak punya pangkat dan titel. Tapi Alhamdulillah dipercaya,” tuturnya.

Menjaga dan Mewariskan Ilmu Alquran

Di sela-sela kesibukannya, Aisyah rutin mengunjungi pesantren-pesantren di Malang. Tujuannya adalah untuk mengajarkan qira’ah dan tilawah kepada para santri. Baginya, ilmu Alquran adalah amanah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Tidak hanya itu, Aisyah juga memberikan motivasi kepada para santri untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap, akan muncul qori dan qoriah baru yang mampu mengharumkan nama Bawean di kancah nasional maupun internasional.

Harapan Akan Kebangkitan Qoriah Bawean

Namun, ada satu harapan yang terus ia simpan, yaitu kebangkitan kembali qori-qoriah dari Bawean. Aisyah mengenang masa kejayaan era 1980-an, ketika nama-nama seperti Nikmatuz Zahra, Faridah, Halimah, hingga Mariam mampu bersaing di tingkat nasional.

“Saya ingin anak-anak Bawean muncul lagi seperti dulu,” kata Aisyah penuh harap. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, generasi muda Bawean mampu mengulang kesuksesan para seniornya.

Baca Juga:  Konglomerat Abdulla Al Futtaim: Kisah Sukses Penguasa Otomotif Timur Tengah

Simbol Tradisi Tilawah yang Terus Hidup

Pada Ahad (12/6/2026), Aisyah kembali melantunkan tilawah dalam acara Halal Bihalal Bawean International 2026 di Yogyakarta. Kehadirannya menjadi simbol bahwa tradisi tilawah dari Bawean masih hidup dan terus berkembang.

Kisah Siti Aisyah Azis membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan ketekunan, bimbingan guru, dan kecintaan pada Alquran, jalan menuju kesuksesan akan selalu terbuka lebar.

Estafet Generasi Muda Bawean

Kini, tongkat estafet berada di tangan generasi muda Bawean. Akankah suara mereka kembali menggema di panggung MTQ nasional? Pertanyaan ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para qori dan qoriah muda Bawean untuk terus berjuang dan mengukir prestasi.

Kesimpulan

Perjalanan Siti Aisyah Azis adalah inspirasi nyata. Dengan dedikasi dan kecintaan pada Alquran, ia berhasil meraih impiannya dan menjadi kebanggaan Pulau Bawean. Kini, ia berupaya menularkan semangat tersebut kepada generasi muda, berharap akan muncul **qoriah Bawean** baru yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional.